Thursday, 21 June 2007

Undangan terbuka menjadi anggota AMP


Tentang Aliansi Muda Progresif (AMP)

Aliansi Muda Progresif adalah sebuah jaringan kaum muda yang merupakan bagian dari kerja IRASPI (www.iraspi.blogspot.com) .

Komunitas kaum muda yang mencoba memaksimalkan keterbatasannya demi mendukung cita-cita keadilan sosial, menolak neo liberalisme, anti militerisme dan menolak feodalisme.

Bergabung dengan AMP berarti anda akan tergabung dengan para mahasiswa, pelajar, dosen, peneliti, aktivis LSM, pekerja profesional dan individu-individu lainnya baik di dalam maupun di luar negeri yang terus berusaha mencari jalan keluar alternatif atas kapitalisme.

Saat ini kami sedang mencari dan mengembangkan format baru sebagai sebuah organisasi yang inklusif, keikut sertaan kawan-kawan semua pasti akan sangat bermanfaat.

Dengan bergabung bersama AMP, kawan-kawan akan mendapatkan keuntungan dari program-program AMP

Apa yang akan anda dapatkan jika anda terdaftar sebagai anggota ALIANSI MUDA PROGRESIF?

Sesama kawan yang percaya bahwa jalan alternatif itu ada
Kartu Keanggotaan (juga berguna sebagai kartu diskon untuk pembelian buku-buku/CD yang akan diterbitkan oleh AMP/IRASPI)
Jaringan yang luas baik di dalam maupun diluar negeri
Hak untuk memberikan usulan kegiatan dan melakukan kegiatan atas nama AMP
Hak untuk mendapatkan informasi dan mengakses seluruh kegiatan AMP

Struktur organisasi
Saat ini kepengurusan dijalankan secara kolektif, dengan satu orang koordinator. Setiap 6 bulan akan dilakukan evaluasi dengan melibatkan seluruh anggota dan kepengurusan formal akan dibentuk jika para anggota sudah menyepakatinya.

Cara mendaftar mudah saja:
Kirim email ke aliansimuda[at]gmail.com, tuliskan data personal anda secara lengkap dan kami akan melakukan verifikasi melalui email/telepon untuk kemudian disetujui.

Wednesday, 13 June 2007

Diskusi Publik "Revolusi Venezuela" di Yogyakarta

UNDANGAN TERBUKA
DISKUSI PUBLIK
"REVOLUSI VENEZUELA"

SELASA, 19 JUNI 2007

Pkl 09.00 - 10.00 Pemutaran Film "Revolution Will Not Be Televised"

Pkl 10.00 - 12.00 Diskusi Publik REVOLUSI VENEZUELA

venue: Ruang Seminar FISIPOL UGM

Narasumber

Riza Noer Arfani M.A - Pakar isu Amerika Latin FISIPOL UGM

Pius Tumangger - Editor Buku "Memahami Revolusi Venezuela"

Eko Prasetyo - Resist Book

Nurani Soyomukti - Penulis buku Revolusi Bolivarian

Moderator: Sugiyanto (LPPM Sintesa Fisipol UGM)

Penyelenggara

LPPM Sintesa, FISIPOL UGM, LMND DIY, Resist Book, Aliansi Muda Progresif

Didukung oleh

Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM dan Kelompok Usaha Bina Karya Prambanan Sleman


Sunday, 10 June 2007

Repression of Venezuela Discussion in Indonesia Highlights Hypocrisy

by Ted Sprague (Hands Off Venezuela)

In the midst of the hue and cry over the non-renewal of RCTV's license in Venezuela, freedom of speech is being blatantly violated in other parts of the world. In Indonesia, an event to discuss Marta Harnecker's book ‘Understanding the Venezuelan Revolution' was disrupted through intimidations by the police and hooligans. As expected, we have yet to hear any hue and cry over the latter incident amongst the western media. The lackeys of the ruling class - the governments and the private media - have their own definition of what constitutes a violation of freedom of speech. When it comes to their freedom to slander and spread lies about the Chavez government, a democratically elected government, they will defend it tooth and nail. But when it comes to the right of the people to discuss about the Venezuelan Revolution, they turn a blind eye when those rights are suppressed. Once again, the hypocrisy of the ruling class is exposed. It is not a cliché to say that what is happening in Venezuela is affecting the whole world. It affects those who fight for radical social change and also those who are desperately clinging to their power. For the former, particularly in this case for Indonesian youth, the Bolivarian revolution offers a glimpse of hope of what can be achieved by the people.

Friday, 1 June 2007

Kronologi Pembatalan Diskusi "MEMAHAMI REVOLUSI VENEZUELA" di Bandung

Kamis, 31 Mei 2007, Pukul 09.00 WIB
Datang 2 orang dan masuk ke dalam toko buku Ultimus melalui pintu samping, sebab pada waktu itu toko belum buka. Mereka berdua mencari ruang kantor Ultimus. Pada saat itu mereka ditemui oleh Bilven, salah seorang pemilik Ultimus yg kebetulan berada di dalam ruang kantor. Mereka berdua yang datang mengaku dari Polisi Resort Bandung Tengah. Kedua polisi tersebut menanyakan soal kegiatan May Rally 2007 dan meminta poster kegiatan tersebut. Bilven mengatakan bahwa poster acara sudah habis terbagi kemarin, tapi keterangan soal acara May Rally 2007 bisa dilihat di poster besar yang terpampang di dinding halaman samping ultimus. Selanjutnya kedua polisi itu mencatat informasi dari poster yg tertempel di dinding, lalu bertanya kepada Bilven soal siapa penanggung jawab acara bedah buku besok malam, siapa saja yang akan datang, berapa jumlah pesertanya, dan jam berapa acara akan dimulai. Bilven menjawab semua pertanyaan itu, lalu kedua polisi itu pamit pulang.

Kamis, 31 Mei 2007, Pukul 10.00 WIB
Toko buku ultimus telah buka. Datang seorang pria menemui salah seorang penjaga toko buku, lalu bertanya soal jadi tidaknya acara bedah buku Chavez besok malam. Tidah hanya itu diapun bertanya berapa nomor HP si penjaga toko yang ditemuinya. Namun, permintaan itu ditolak, karena merasa tidak mengenal orang yang bersangkutan dan tidak jelas kepentingannya.

Kamis, 31 Mei 2007, Pukul 13.00 WIB
Ultimus dihubungi melalui pesawat telepon oleh orang yang mengaku dari Polisi Sektor. Pihak Ultimus yang menerima telepon tersebut adalah Bilven. Si penelepon menanyakan waktu pelaksanaan acara diskusi buku Chavez. Bilven menjawab, acara akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB.

Kamis, 31 Mei 2007, 14.00—16.30 WIB
Di luar kebiasaan, beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal ke luar masuk toko buku, tetapi tidak melihat-lihat buku. Mereka hanya bertanya kepada si penjaga toko soal acara apa saja yang akan diselenggarakan di toko buku Ultimus pada waktu dekat ini. Si penjaga toko memberi keterangan soal acara May Rally 2007 yang sedang berlangsung, yaitu pemutaran film dan diskusi Tragedi Trisakti-Semanggi bersama Kontras, dan besok malam soal bedah buku Hugo Chavez: Memahami Revolusi Venezuela.

Kamis, 31 Mei 2007, 18.30 WIB
Persiapan acara oleh panitia untuk pemutaran film dan diskusi Tragedi Trisakti-Semanggi di halaman samping ultimus.

Kamis, 31 Mei 2007, 19.00 WIB
Mulai berdatangan peserta kegiatan dan beberapa polisi berpakaian sipil (tidak berseragam kepolisian).

Kamis, 31 Mei 2007, 19.20 WIB

Film mulai diputar. Jumlah yang datang sekitar 70 orang, sebagian besar tidak dikenal (bukan orang-orang yang biasa hadir di Ultimus, baik sebagai pelanggan maupun yang biasa berpartisipasi dalam kegiatan berbagai diskusi yang dilaksanakan di toko Buku Ultimus.

Kamis, 31 Mei 2007, 20.00 WIB

Bilven dihubungi melalui ponselnya oleh seseorang yang mengaku dari Polisi Sektor. Dia mengatakan ingin menemuinya. Bilven dan Rahmat Jabaril menemuinya di depan toko buku. Di situ sudah ada empat orang anggota polisi berpakaian sipil (tidak berseragam). Selama 10 menit mereka mengajak berbincang-bincang soal diskusi buku Memahami Revolusi Venezuela yang akan dilaksanakan besok hari tanggal 1 Juni 2007.

selengkapnya lihat di: rumahkiri